Wednesday, March 2, 2011

Kisah Penuh Hikmah Dari Luqman Hakim

Dalam sebuah riwayat
diceritakan bahwa pada suatu
hari Luqman Hakim telah masuk
ke dalam pasar dengan menaiki
seekor himar, dan anaknya
mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu,
setengah orang-orang pun
berkata, ‘ Lihat orang tua itu yang tidak punya rasa kasihan
karena anaknya dibiarkan
berjalan kaki.” Setelah mendengarkan desas-
desus dari orang-orang maka
Luqman pun turun dari himarnya
itu lalu diletakkan anaknya di
atas himar itu. Melihat yang
demikian, maka orang di passar itu berkata pula, “Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan
anaknya enak saja menaiki himar
itu, sungguh kurang adab anak
itu.” Mendengar kata-kata orang di
pasar itu, Luqman pun terus naik
ke atas belakang himar itu
bersama-sama dengan anaknya.
Kemudian orang ramai kini
berkata lagi, “Lihatlah itu dua orang menaiki seekor himar,
sungguh sangat menyiksa himar
itu.” Kerana tidak suka mendengar
percakapan orang-orang di
pasar itu, maka Luqman dan
anaknya turun dari himar itu,
kemudian terdengar lagi suara
orang berkata, “Dua orang kok berjalan kaki, sedangkan himar
itu tidak dikenderai, betapa
bodohnya mereka” Dalam perjalanan pulang ke
rumah, Luqman Hakim telah
menasihatai anaknya tentang
sikap manusia dan ocehan
mereka, katanya,
“Sesungguhnya tidak akan terlepas seseorang itu dari
pergunjingan manusia. Dan hanya
orang yang berakal yang akan
mengambil pertimbangan hanya
kepada Allah S.W.T saja. Barang
siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya
dalam setiap urusan hidupnya.” Kemudian Luqman Hakim
berpesan kepada anaknya,
katanya, “Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal
supaya kamu tidak menjadi fakir.
Sesungguhnya tiadalah orang
fakir itu melainkan tertimpa
kepadanya tiga perkara, iaitu
tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah
akalnya (mudah tertipu dan
diperdayai orang) dan hilang
kemuliaan hatinya
(keperibadiannya), dan lebih
celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka
merendah-rendahkan dan
meringan-ringankannya.”

0 comments: